Log in

Ada yang bilang kalau karyawan itu adalah aset perusahaan yang termahal.
Dalam buku The Starbucks Experience, tertulis :

Kunci kesuksesan berhasil tidaknya suatu perusahaan adalah dilihat dari kemampuan suatu perusahaan untuk membina karyawannya sehingga mereka bisa saling merasa memiliki.

Atas dasar Quote diatas akan timbul satu ikatan batin yang kuat diantara karyawan sehingga masing-masing personal memiliki tanggung jawab moral masing-masing untuk dapat saling mengembangkan dan memajukan tempat dimana mereka bekerja.

Ngebinanya khan dapat dilakukan dengan memperlakukan para karyawan secara baik dan profesional serta mengembangin potensi yang mereka miliki dengan ngasih pelatihan atau training yang berkaitan dengan latar belakang jabatan atau pekerjaan yang ditugaskan. Jangan yang jauh dari Skill-nya donk, apalagi yang ga nyambung sama sekali. Yang pasti apa yang menjadi hak karyawan diberikan sepenuhnya, jangan cuma kewajibannya yang dikejar-kejar.

Selain itu, perusahaan juga harus turut berperan serta dalam menyikapi apa masalah yang sedang dihadapi oleh karyawan dengan hati, bukan dengan itungan-itungan kepentingan atau rasa parno alias paranoid yang lebay. Jika sebuah perusahaan ga bisa ngebangun sebuah “Human Relations” yang baik, maka perusahaan itu ntar lagi hancur daaaah. Dimulai dari tingginya perputaran karyawan yang keluar dari perusahaan termasuk orang-orang yang memiliki potensi hingga berdampak pada turunnya produktifitas perusahaan yang apalagi kalau nggak ujung-ujungnya bangkrut karena tidak ada lagi karyawan yang mau bekerja. Jangan salah lho ada yang berpendapat kalau ada karyawan yang keluar, dibelakangnya masih banyak yang ngantri mau kerja. Tapi apa iya loyalitas, potensi dan produktifitasnya sebanding, nha kalau harus training dari awal lagi. Apa ga rugi..?

Karyawan

Karyawan Aset atau Alat

Sumber daya manusia merupakan aset perusahaan, karena pada dasarnya ada dua fungsi yang nempel, yakni sebagai objek dan sebagai subjek.  Sebagai objek ya jelas harus ditingkatkan, sementara sebagai subjek ia harus melakukan sesuatu untuk ningkatin kinerja dan target perusahaan. Talenta dan jiwa kepemimpinan dari karyawan di semua level merupakan sebuah hal yang penting untuk dikembangin. Hal ini ujung-ujungnya pada sebuah standar profesional bagi suatu industri sekaligus memberikan nilai dan manfaat bagi pelanggan berupa customer value, yang menempatkan kepuasan pelanggan sebagai tujuan perusahaan. Tul gaaa..?

Kalaaaauuuu perusahaan ingin meraih kesuksesan, tentulah tidak bisa dicapai sendiri.  Sumber daya yang dimiliki merupakan faktor pendukung yang ikut menentukan kesuksesan tersebut. Sumber daya yang dimaksud adalah infrastruktur, proses bisnis, kemitraan, dan sumber daya manusia (SDM). Coba mengambil contoh perusahaan yang telah sukses dan berkembang memfokuskan pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai faktor utama di samping infrastruktur, proses bisnis, dan kemitraan dalam meningkatkan value perusahaan. Mereka memandang karyawan bukan sebagai sumber atau alat namun cenderung lebih sebagai modal utama berkembangnya suatu perusahaan.

No Offense Share Only

Bookmark and Share

One Response

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. ducky

    setujuh! perusahaan yang besar adalah yg mempunyai SDM sebagai modal utama, tapi yg lebih penting lagi adalah manajemen, jika tidak dikelola dengan baik ya tinggal nunggu hancur ajha :)

    October 28, 2009 at 8:46 pm
    Reply

Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.